Dimana Ada Jual Obat Aborsi Cytotec Di Pontianak

Dimana Ada Jual Obat Aborsi Cytotec Di Pontianak - Kota Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Dengan kota ini yang termasuk kota besar di Indonesia, maka jangan heran kalau sebagian remaja cukup permisif dalam pergaulan dengan lawan jenis. Bahkan ada yang memandang seks bebas sebagai trend gaul masa kini, sehingga mereka pada hamil saat masih sekolah dan apa coba kelanjutannya yang dilakukan, tentunya mereka akan melakukan tindakan aborsi dan kebanyakan mereka mengambil produk terhebat dari Obat Aborsi sebagai alternatifnya, karena pembeliannya yang begitu mudah dan cara pakainya pun tidak ribet harus ini dan itu, namun di dalam pembelian obat-obat tersebut harus sesuai usia kandungan yang hendak di gugurkan agar keberhasilan bisa di raih dengan sempurna.

obat aborsi di pontianak
Sekedar saran saja, bila mana anda tidak memiliki resep dokter untuk membeli Obat Aborsi di Apotik terdekat di wilayah anda, maka solusinya anda bisa menghubungi kami dengan membuka link website kami di > Obat Aborsi di Pontianak maka anda akan di mudahkan untuk membeli obat tersebut tanpa resep dokter.

Kami hanya sekedar kasih informasi saja bagi wanita yang lagi kesusahan mencari produk obat aborsi di kota pontianak, maka kami akan membantu anda untuk mendapatkannya dan juga bisa anda pakai sendiri dirumah. Semoga membantu.

Tindakan Teknik dan Resiko Aborsi wajib tau

Anda mau melakukan aborsi ? Silahkan baca ini sebelum anda melakukan tindakan pengguguran kandungan supaya anda tahu tentang Dampak Resiko yang di dapat setelah aborsi, namun semua itu tergantung pada kedewasaan anda sendiri. Kalau anda mau melakukannya, apa boleh buat. Kami hanya sekedar mengingatkan saja atas resiko yang di alami wanita seusai melakukan tindakan aborsi.

Teknik Aborsi

Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”.
Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.

Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit. Mereka tidak sadar karena di bawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan. Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi, bagi bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak manusiawi.

TINDAKAN ABORSI
Ada 2 macam tindakan aborsi, yaitu:
  1. Aborsi dilakukan sendiri
  2. Aborsi dilakukan orang lain
Aborsi yang dilakukan sendiri misalnya dengan cara memakan Obat Aborsi untuk pengguguran janin, atau dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang dengan sengaja ingin menggugurkan janin.

Aborsi dilakukan orang lain Orang lain di sini bisa seorang dokter, bidan atau dukun beranak. Cara-cara yang digunakan juga beragam. Aborsi yang dilakukan seorang dokter atau bidan pada umumnya dilakukan dalam 5 tahapan, yaitu:
  1. Bayi dibunuh dengan cara ditusuk atau diremukkan di dalam kandungan
  2. Bayi dipotong-potong tubuhnya agar mudah dikeluarkan
  3. Potongan bayi dikeluarkan satu persatu dari kandungan
  4. Potongan-potongan disusun kembali untuk memastikan lengkap dan tidak tersisa
  5. Potongan-potongan bayi kemudian dibuang ke tempat sampah / sungai, dikubur di tanah kosong, atau dibakar di tungku
Teknik Aborsi Yang disesuaikan dengan Usia Kandungan

Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan) Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan Cara Menggugurkan Kandungan berkat bantuan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut.

Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan) Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya diremukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan. Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bagian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan.

Pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan) Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk dengan baik. Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya – setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari – bayi itu akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.

Pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan), pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja. Biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan ke dalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas – hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini – bahwa pembunuhan keji telah terjadi. Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi.

Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.

RESIKO ABORSI
  • Kematian mendadak karena pendarahan hebat
  • Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
  • Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
  • Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
  • Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya
  • Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
  • Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
  • Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
  • Kanker hati (Liver Cancer)
  • Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
  • Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
  • Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
  • Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Nah... anda mungkin sudah tahu atas resiko yang di dapat setelah aborsi, sebaiknya urungkan niatan anda untuk aborsi, agar kehidupan mendatang anda bisa baik dan janin anda biarlah hidup dengan menghirup udara di bumi. Semoga bermanfaat.